Skip to content

Desa Adat Padangtegal – Ubud

Angresangsya Mukyaning Dharma

Menu
  • Welcome
  • About Padangtegal
    • About Us
    • History
      • Sejarah Pura Dalem Agung Padangtegal
    • Religion & Spiritual
    • Organization
    • Business
      • Monkey Forest Ubud
      • LPD
      • Rumah Kompos
      • Bali Forest School
  • Photo Gallery
  • Events
  • Contact Us
  • Links
Menu

Persembahyangan Tilem Sasih Kasa

Posted on July 14, 2026July 16, 2026 by padang

Tilem Sasih Kasa, Krama Padangtegal Bersembahyang di Pura Dalem Agung

Selasa, 14 Juli 2026, bertepatan dengan Tilem Sasih Kasa, krama Desa Adat Padangtegal melaksanakan persembahyangan di Pura Dalem Agung Padangtegal. Persembahyangan ini menjadi momentum bagi masyarakat untuk meningkatkan sradha dan bhakti sekaligus memohon kerahayuan serta keharmonisan dalam kehidupan.

Tilem merupakan salah satu hari suci yang diperingati umat Hindu pada saat bulan berada dalam fase gelap atau bulan mati. Dalam kehidupan spiritual masyarakat Hindu Bali, Tilem menjadi waktu untuk mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, melakukan introspeksi, serta memohon penyucian lahir dan batin. Secara teologis, Tilem juga berkaitan dengan pemujaan kepada Dewa Siwa sebagai manifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa.

Pada Tilem Sasih Kasa kali ini, krama Desa Adat Padangtegal melaksanakan persembahyangan dengan penuh kekhusyukan di Pura Dalem Agung Padangtegal. Dengan mengenakan busana adat Bali dan membawa sarana persembahyangan, masyarakat menghaturkan bhakti serta memanjatkan doa sesuai dengan keyakinan dan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

Persembahyangan di Pura Dalem Agung tidak hanya menjadi bagian dari pelaksanaan kewajiban keagamaan, tetapi juga mencerminkan kuatnya hubungan masyarakat Padangtegal dengan pura sebagai pusat kehidupan spiritual desa. Di tempat suci inilah krama bersama-sama memohon agar senantiasa diberikan keselamatan, ketenteraman, kesehatan, serta tuntunan dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Dalam suasana Tilem yang hening, setiap umat diajak untuk kembali melihat ke dalam diri. Segala pikiran, perkataan, dan perbuatan yang kurang baik hendaknya dijadikan bahan perenungan agar kehidupan ke depan dapat dijalani dengan hati yang lebih bersih, bijaksana, dan penuh kesadaran.

Pelaksanaan persembahyangan ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga keharmonisan berdasarkan nilai Tri Hita Karana, khususnya hubungan manusia dengan Ida Sang Hyang Widhi Wasa atau parahyangan. Melalui bhakti yang tulus, keseimbangan hubungan dengan sesama manusia dan lingkungan diharapkan dapat terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat Desa Adat Padangtegal.

Di tengah perkembangan zaman, pelaksanaan persembahyangan pada hari-hari suci seperti Tilem Sasih Kasa memiliki arti penting dalam menjaga kesinambungan adat, agama, dan tradisi Bali. Kehadiran krama di pura menjadi bukti bahwa nilai-nilai spiritual tetap hidup dan diwariskan dari satu generasi kepada generasi berikutnya.

Semoga melalui persembahyangan pada Tilem Sasih Kasa ini, seluruh krama Desa Adat Padangtegal senantiasa memperoleh kerahayuan, kedamaian, kesehatan, serta keharmonisan dalam kehidupan sekala dan niskala.

Om Santih, Santih, Santih Om.

Recent Posts

  • Urutan Sembahyang di Pura Prajapati, Pura Beji dan Pura Dalem
  • Pura Dalem Agung Padangtegal: Sejarah, Fungsi, dan Etika
  • Persembahyangan Tilem Sasih Kasa
  • Badan Pengelola MSWW – Resmi Dibentuk
  • Prajaniti Award & Adi Sewaka Nugraha

Archives

  • July 2026
  • June 2026
  • February 2026
  • November 2025
  • October 2025
  • September 2025

Categories

  • Ceremony
  • Community
  • News