BEGIN:VCALENDAR
VERSION:2.0
PRODID:-//Desa Adat Padangtegal - Ubud - ECPv6.18.2//NONSGML v1.0//EN
CALSCALE:GREGORIAN
METHOD:PUBLISH
X-WR-CALNAME:Desa Adat Padangtegal - Ubud
X-ORIGINAL-URL:https://padangtegalubud.org
X-WR-CALDESC:Events for Desa Adat Padangtegal - Ubud
REFRESH-INTERVAL;VALUE=DURATION:PT1H
X-Robots-Tag:noindex
X-PUBLISHED-TTL:PT1H
BEGIN:VTIMEZONE
TZID:Asia/Makassar
BEGIN:STANDARD
TZOFFSETFROM:+0800
TZOFFSETTO:+0800
TZNAME:WITA
DTSTART:20240101T000000
END:STANDARD
END:VTIMEZONE
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Makassar:20251025T090000
DTEND;TZID=Asia/Makassar:20251025T170000
DTSTAMP:20251024T055419Z
CREATED:20251024T053752Z
LAST-MODIFIED:20251024T055419Z
UID:486-1761382800-1761411600@padangtegalubud.org
SUMMARY:Tumpek Uduh
DESCRIPTION:Upacara Tumpek Uduh (Tumpek Wariga)\nTanggal: Sabtu\, 25 Oktober 2025Lokasi pelaksanaan: Mandala Suci Wenara Wana (Sacred Monkey Forest Sanctuary)\, Ubud\, Bali \n\nGambaran Umum\nTumpek Uduh — juga dikenal dengan nama Tumpek Wariga atau Tumpek Pengatag — merupakan salah satu upacara penting dalam tradisi Hindu Bali.\nUpacara ini dipersembahkan untuk menghormati serta mengucapkan rasa syukur kepada tumbuhan\, pepohonan\, dan alam\, yang menjadi sumber kehidupan dan kemakmuran bagi manusia.Upacara ini dilaksanakan setiap 210 hari sekali\, yaitu pada Saniscara Kliwon Wuku Wariga dalam kalender Pawukon Bali. \n\nMakna Spiritual\nUmat Hindu Bali meyakini bahwa Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa) berwujud sebagai Sang Hyang Sangkara\, yaitu manifestasi Tuhan sebagai pelindung tumbuh-tumbuhan dan pepohonan.Pada hari Tumpek Uduh\, umat Hindu mempersembahkan banten dan doa kepada Sang Hyang Sangkara sebagai ungkapan rasa terima kasih serta permohonan berkah agar seluruh tanaman tumbuh subur\, berbuah lebat\, serta terhindar dari hama dan penyakit. \nUpacara ini juga mencerminkan falsafah Tri Hita Karana\, yaitu tiga penyebab terciptanya keharmonisan hidup: \n\nHubungan harmonis dengan Tuhan (Parhyangan)\nHubungan harmonis antar sesama manusia (Pawongan)\nHubungan harmonis dengan alam (Palemahan)\n\nMelalui upacara Tumpek Uduh\, masyarakat Bali menegaskan kembali komitmennya untuk menjaga keseimbangan dan rasa hormat terhadap alam semesta. \n\nPelaksanaan Upacara\n\nPersembahan dilakukan di kebun\, sawah\, atau di sekitar rumah tempat tumbuhnya tanaman dan pohon.\nMasyarakat menaruh canang sari\, buah-buahan\, dan sesajen di bawah pohon\, serta ada yang membalut batang pohon dengan kain poleng sebagai tanda penghormatan.\nAir suci (tirta) dipercikkan pada tanaman sambil melantunkan doa untuk memohon kesuburan.\nPara petani dan masyarakat biasanya memanfaatkan hari ini untuk membersihkan dan merawat tanaman sebagai bentuk rasa syukur atas anugerah alam.\n\n\nDoa dan Harapan\nPada hari Tumpek Uduh\, umat Hindu memanjatkan doa agar turun hujan yang membawa kesejukan dan kesuburanbagi tanaman serta kehidupan di bumi.Mereka percaya bahwa melalui ketulusan dan penghormatan kepada alam\, Ibu Pertiwi (Bumi) akan membalas dengan memberikan kemakmuran dan keseimbangan hidup bagi manusia. \n\nMakna di Masa Kini\nDi masa modern\, perayaan Tumpek Uduh juga dijadikan momentum untuk meningkatkan kesadaran lingkungan\, seperti: \n\nPenanaman pohon dan kegiatan reboisasi\nEdukasi lingkungan dan keberlanjutan di sekolah-sekolah\nAksi bersih lingkungan dan kampanye pelestarian alam\n\nSemangat Tumpek Uduh mengingatkan kita semua bahwa menghormati alam adalah bagian dari kewajiban spiritual\, dan bahwa kesejahteraan manusia sangat bergantung pada kelestarian bumi.
URL:https://padangtegalubud.org/event/tumpek-uduh/
LOCATION:Sacred Monkey Forest Sanctuary\, Jalan Raya Monkey Forest\, Ubud\, Bali\, 80571\, Indonesia
ATTACH;FMTTYPE=image/png:https://padangtegalubud.org/wp-content/uploads/2025/10/Tumpek-Uduh-2025.png
END:VEVENT
END:VCALENDAR