BEGIN:VCALENDAR
VERSION:2.0
PRODID:-//Desa Adat Padangtegal - Ubud - ECPv6.18.2//NONSGML v1.0//EN
CALSCALE:GREGORIAN
METHOD:PUBLISH
X-WR-CALNAME:Desa Adat Padangtegal - Ubud
X-ORIGINAL-URL:https://padangtegalubud.org
X-WR-CALDESC:Events for Desa Adat Padangtegal - Ubud
REFRESH-INTERVAL;VALUE=DURATION:PT1H
X-Robots-Tag:noindex
X-PUBLISHED-TTL:PT1H
BEGIN:VTIMEZONE
TZID:Asia/Makassar
BEGIN:STANDARD
TZOFFSETFROM:+0800
TZOFFSETTO:+0800
TZNAME:WITA
DTSTART:20240101T000000
END:STANDARD
END:VTIMEZONE
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Makassar:20251007T180000
DTEND;TZID=Asia/Makassar:20251017T200000
DTSTAMP:20251001T081042Z
CREATED:20251001T073514Z
LAST-MODIFIED:20251001T081042Z
UID:101-1759860000-1760731200@padangtegalubud.org
SUMMARY:Panganyaran
DESCRIPTION:
URL:https://padangtegalubud.org/event/panganyaran-i/
LOCATION:Pura Desa lan Puseh Padangtegal\, Jalan Hanoman No. 46\, Padangtegal\, Bali\, 80571\, Indonesia
END:VEVENT
BEGIN:VEVENT
DTSTART;TZID=Asia/Makassar:20251014T140000
DTEND;TZID=Asia/Makassar:20251014T180000
DTSTAMP:20251007T053841Z
CREATED:20251001T074735Z
LAST-MODIFIED:20251007T053841Z
UID:115-1760450400-1760464800@padangtegalubud.org
SUMMARY:NYENUK
DESCRIPTION:Upacara Nyenuk dalam Tradisi Hindu Bali\nUpacara Nyenuk merupakan salah satu tahapan penting dalam rangkaian karya agung di Bali\, seperti Padudusan Agung\, Ngenteg Linggih\, Nubung Padagingan\, Ngusaba Desa\, dan Ngusaba Nini.Ritual ini memiliki makna spiritual mendalam\, yaitu mengundang kembali para roh suci leluhur (pitara) serta para dewa untuk hadir di pura atau tempat suci setelah rangkaian upacara besar selesai dilaksanakan. \n\nMakna dan Tujuan Upacara Nyenuk\nSecara etimologis\, kata nyenuk berasal dari istilah senuk\, yang berarti menjemput atau mengundang kembali. Dalam konteks keagamaan Hindu Bali\, upacara Nyenuk bermakna menjemput dan mengundang para roh leluhur serta dewa-dewi agar hadir dan menerima hasil yadnya (persembahan suci). \nTujuan utama upacara ini meliputi: \n\n\nMengundang para leluhur dan dewa agar kembali berstana di tempat suci setelah upacara penyucian dan pembangunan selesai. \n\n\nMengungkapkan rasa syukur umat atas kelancaran seluruh tahapan karya agung. \n\n\nMenegaskan penyatuan kembali hubungan spiritual antara umat manusia\, leluhur\, dan alam semesta (Tri Hita Karana). \n\n\nDengan demikian\, Nyenuk berfungsi sebagai penghubung antara dunia niskala (spiritual) dan dunia sekala (nyata)\, menandai berakhirnya fase yadnya besar dengan suasana harmonis. \n\n\nWaktu dan Pelaksanaan\nUpacara Nyenuk biasanya dilaksanakan setelah puncak karya\, yaitu setelah Ngenteg Linggih atau Padudusan Agung\, ketika seluruh bangunan suci dan pelinggih telah disucikan dan siap difungsikan kembali. \nCiri-ciri pelaksanaannya antara lain: \n\n\nDipimpin oleh pemangku atau sulinggih\, disertai doa dan puja stuti. \n\n\nMempersembahkan banten penyenuk. \n\n\nProsesi dilakukan di pura utama\, dengan suasana khidmat dan penuh rasa syukur. \n\n\nDalam beberapa daerah\, upacara ini disertai tari sakral seperti Rejang Dewa atau Topeng Sidha Karya\, sebagai simbol penyambutan roh suci. \n\n\n  \n\nMakna Simbolis\nUpacara Nyenuk mengandung simbol-simbol spiritual penting: \n\n\n“Mengundang kembali” para roh suci bermakna bahwa tempat suci kini telah siap menjadi tempat berstana dewa. \n\n\nBanten penyenuk melambangkan keharmonisan antara unsur alam\, manusia\, dan kekuatan ilahi. \n\n\nTari dan puja mantra menjadi sarana komunikasi spiritual antara umat dan kekuatan niskala. \n\n\nSecara filosofis\, upacara ini menegaskan prinsip Tri Hita Karana\, yaitu menjaga keseimbangan hubungan manusia dengan Tuhan (parahyangan)\, sesama manusia (pawongan)\, dan alam lingkungan (palemahan). \n\nHubungan dengan Upacara Lain\nDalam rangkaian Karya Agung\, urutan upacara di bagian akhir biasanya meliputi: \n\n\nNyenuk – Mengundang para leluhur dan dewa kembali ke pura. \n\n\nMekebat Daun – Menyucikan dan menstabilkan energi spiritual pura setelah kehadiran dewa. \n\n\nBangun Ayu – Menyempurnakan keindahan dan kesucian pura sebagai tahap akhir karya. \n\n\nDengan demikian\, Nyenuk menjadi tahap awal dari bagian penutup karya\, menandai kembalinya harmoni spiritual setelah seluruh prosesi yadnya selesai. \n\nUpacara Nyenuk merupakan ritual sakral dalam tradisi Hindu Bali yang berfungsi sebagai penanda penyempurnaan upacara suci. Melalui prosesi ini\, umat mengundang kembali para roh leluhur dan dewa untuk hadir di tempat suci yang telah disucikan\, sekaligus mengucap syukur atas kelancaran seluruh rangkaian yadnya.
URL:https://padangtegalubud.org/event/nyenuk/
LOCATION:Bali
END:VEVENT
END:VCALENDAR